[Verse 1:]
Serapuh kelopak sang mawar,
yang disapa badai, berselimutkan gontai
Saat aku, menahan sendiri,
diterpa, dan luka oleh senja
[Verse 2:]
Semegah sang mawar dijaga,
matahari pagi, bermahkotakan embun
Saat engkau, ada disini,
dan pekat, pun berakhir sudah
[#:]
Akhirnya aku menemukanmu,
saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu,
jangan, pernah berhenti, memilikiku
Hingga ujung waktu
[Verse 3:]
Setenang hamparan samudera,
dan tuan burung camar,
tak’kan henti bernyanyi
Saat aku, berkhayal denganmu,
dan janji, pun terukir sudah
[*:]
Jika kau menjadi istriku nanti,
pahami aku, saat menangis
Saat kau menjadi istriku nanti,
jangan, pernah berhenti, memilikiku
Hingga ujung waktu
Cuma kau menjadi istriku nanti,
pahami aku, saat menangis (Wo~o~)
Saat kau menjadi istriku nanti,
jangan, pernah berhenti, memilikiku
Hingga ujung waktu
Juli 28, 2008 pada 5:10 pm
jadi terharu,,higkzz..higkzz..
Agustus 9, 2008 pada 6:38 pm
muannniiizzzzzz sekali,,,,
bwt SO7,,Thanks dah cptain lgu2 bagus bwt kita,,,
Januari 26, 2010 pada 12:41 am
Lagu ini mewakili banget kisah cintaku. . .so sweet. .
Thanx so7
September 24, 2010 pada 11:59 am
Jadi inget dia..
-^^-
Oktober 9, 2010 pada 5:35 pm
i love SO-7
Januari 5, 2011 pada 1:04 am
i lope u shella i like it
Maret 30, 2013 pada 12:46 pm
liriknya gua banget.,
btw nama sheila tu sapa ya ?
kok bisa sampe’ jadi icon band legend.