Prolog

Angin bertiup, menyadarkan aku
Tepat saat aku mendiamkan diri
Apa yang telah terjadi, kepada diriku

Apakah bulan, memihak padaku
Dan pijarnya masihkah menghiasi malam
Aku akui kesalahan ini
Tak harus aku ulangi

Oho~…

[*]
Seperti halnya engkau sang mentari
Tak henti menyinari seluruh bumi
Begitu juga adanya diriku
Tak akan berhenti langkahku

[#]
Langit memang berlapis adanya
Samudra pun membentang oh luasnya
Tak ubahnya diriku adanya
Takkan usai semangatku

Oho~…

Pasang air menyapu kerasnya karang
Takkan goyah meskipun harus diterjang
Kini aku mencoba, mengikrarkan janji

[*] ~~ [#]

Ditulis dalam Padi. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: